Sejak rilis pertamanya pada 2007, Assassin’s Creed telah menjadi salah satu seri paling ikonik dalam industri game. Berawal sebagai game aksi dengan fokus pada parkour dan stealth, Assassin’s Creed terus berevolusi hingga kini dikenal sebagai RPG open world berskala besar dengan cerita epik.
Era Awal: Parkour dan Stealth yang Revolusioner
Game pertama memperkenalkan pemain pada dunia abad pertengahan dengan karakter Altair. Fitur parkour yang mulus—memanjat gedung, melompat antar atap, dan menyelinap di kerumunan—membuatnya berbeda dari game lain di masanya.
Stealth juga menjadi elemen utama. Pemain dituntut membunuh target secara senyap dengan Hidden Blade, ikon yang melekat pada franchise hingga kini.
Menurut Kompas, inovasi parkour inilah yang menjadikan game ini populer di kalangan gamer sejak awal.
Era Kejayaan: Ezio Trilogy
Nama Ezio Auditore masih dikenang sebagai tokoh paling ikonik dalam seri Assassin’s Creed. Triloginya (Assassin’s Creed II, Brotherhood, dan Revelations) dianggap masa keemasan franchise ini.
Selain memperdalam mekanik parkour dan pertarungan, Ezio Trilogy menghadirkan narasi emosional yang kuat. Cerita tentang balas dendam, persahabatan, dan konspirasi sejarah menjadikan game ini lebih dari sekadar aksi stealth.
Evolusi ke Open World RPG
Seiring waktu, Ubisoft mulai mengubah arah seri ini. Setelah beberapa judul dengan formula mirip, mereka memperkenalkan pendekatan baru lewat Assassin’s Creed Origins (2017).
Game ini menghadirkan dunia open world luas dengan elemen RPG: sistem level, loot gear, dan skill tree. Evolusi ini berlanjut pada Assassin’s Creed Odyssey dan Assassin’s Creed Valhalla, yang semakin memperbesar skala dunia, memperdalam narasi, dan menekankan kebebasan eksplorasi.
Menurut Detik, perubahan ini membawa game ini ke audiens baru yang menggemari RPG modern.
Dunia Sejarah yang Hidup
Salah satu kekuatan utamanya adalah kemampuannya membangun dunia sejarah yang hidup. Dari Mesir kuno, Yunani klasik, hingga era Viking, setiap game menghadirkan riset mendalam dan detail otentik.
Mode Discovery Tour bahkan memungkinkan pemain menjelajahi dunia game sebagai sarana edukasi sejarah, menjadikannya lebih dari sekadar hiburan.
👉 Baca juga: [GTA Online: Dari Hiburan ke Ekonomi Virtual]
Masa Depan Assassin’s Creed
Ubisoft telah mengumumkan proyek-proyek baru seperti Assassin’s Creed Mirage, yang akan kembali ke akar stealth klasik, serta Assassin’s Creed Infinity, platform yang digadang-gadang menjadi pusat pengalaman AC di masa depan.
Dengan kombinasi nostalgia parkour klasik dan inovasi open world RPG, masa depan game ini terlihat cerah. Seri ini membuktikan kemampuannya beradaptasi tanpa kehilangan identitas.








